Hitam di dahi tanda riak dan solat tidak sempurna

single-image

RABU: 10 Julai – Perbanyaklah sujud namun jaga wajahmu supaya tetaplah nampak bagus dan hindari muncullah ciri gelap di dahi karena di khuatiri timbul riya ‘, ujub (bangga diri) dan kesombongan.

Sujud yang betul tidak akan memburukkan wajah sebaliknya dahi akan menjadi bersinar dan berseri – seri. Bila dahi menjadi hitam ini berarti sujud anda salah caranya karena anda sepatutnya menahan berat badan anda dengan kedua tangan anda bukanlah dengan kepala.

Abdullah bin Umar bin Khattab ra. salah seseorang shahabat terutama tidak menggemari ada sisa gelap di dahi seseorang muslim.

Dari Salim Abu Nadhr, ada seseorang yang tiba menjumpai Ibnu Umar. Setelah orang itu berucap salam, Ibnu Umar mengajukan persoalan padanya, “Siapakah kamu? “. “Saya adalah anak asuhmu”, jawab orang itu. Ibnu Umar amati ada sisa sujud yang bertudung gelap diantara kedua-dua matanya.

Dia berkata padanya, “Apa-apa yang ada di antara kedua-dua matamu? Begitu saya sudah lama bersahabat dengan Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Adakah anda saksikan terdapat sisa itu pada dahiku? “(Cerita baihaqi dalam sunan kubro nomor 3698)

SISA SUJUD KELIHATAN TIDAK ELOK

Dari Ibnu Umar, dia amati ada seorang yang pada dahinya ada sisa sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya pandangan seseorang ada pada mukanya. jangan sampai kau jelekkan penampilanmu! “(Cerita baihaqi dalam sunan kubro nomor 3699).

Dari Abi Aun, Abu Darda ‘amati seseorang perempuan yang pada mukanya terdapat’ kapal ‘seumpama’ kapal ‘yang terdapat pada seekor kambing, dia kemudian berkata, ‘seandainya sisa itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik “(cerita bahaqi dalam sunan kubro nomor 3700).

Dari Humaid bin Abdirrahman, saya ada di dekatnya sebagai Saib bin Yazid di kala seorang bernama Az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf tiba, amati kehadirannya, seperti Saib mengatakan, “Sungguh ia sudah menyebabkan kehancuran mukanya.

Demi Allah sisa di dahi itu bukanlah sisa sujud. Demi Allah aku sudah solat dengan mengenakan wajahku ini sejauh ini di kala lamanya namun sujud bukanlah bagikan sisa sedikitpun pada wajahku “(cerita baihaqi dalam sunan kubro nomor 3701).

Dari Manshur, saya mengajukan persoalan pada Mujahid menimpa makna dari firman Allah, ‘tanda – tanda mereka terlihat pada wajah mereka dari atsaris sujuud (sisa sujud)’ apa yang diperuntukan adalah sisa di wajah?

Jawapannya, “tidak, lebih lagi-lagi ada orang yang ‘lebam’ yang terdapat di antara kedua-dua mata itu sama ‘lebam’ yang terdapat pada kuku onta tetapi ia adalah orang bejat.

Apa yang dipelukan adalah kekhusyu’an “(cerita baihaqi dalam sunan kubro nomor 3702). Lebih lagi pula dalam kitab Hasiyah As – Showi,

وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود

“Bukanlah yang diperuntukan oleh ayat ialah serupa perbuatan sebagian orang bodoh dan tukang riya ‘ialah gelap sinyal yang terdapat di dahi kerana perihal semacam itu adalah ciri khas khas Khawarij (baca: ahli bid’ah) “

Dalam satu hadith dipaparkan begitu saya tidak suka orang yang saya saksikan di antara kedua-dua mata ada sisa sujud (Hasyiah Ash Shawi 4/134, dar angkatan laut (AL) fikr).

Sekian terima kasih, dipersilakan kongsi jika bermanfaat untuk anda semua.

Facebook : Mohd Nasir Isnin

Jom 'follow' dan 'like' kami:

Leave a Comment

Your email address will not be published.